NR, Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di sebuah universitas, dua kali ia mengalami kegagalan dalam membangun bahtera rumah tangga. Ia menuturkan kisahnya:
Kisah kezhalimanku terjadi tujuh tahun yang lalu. Setelah perceraian yang ke dua, aku berencana untuk menikah lagi dengan salah seorang pria yang masih ada pertalian keluarga.
Sebelumnya, pria itu sedang menikmati kehidupan rumah tangga yang sakinah dan penuh ketentraman bersama istri dan ke lima anaknya. Sebuah konspirasi kurancang dengan sepupuku, pria yang menyimpan ketertarikan pada istri pria yang ku damba itu. Kami buat cerita bohong. Dimulai dengan menyebarkan gosip di kalangan keluarga bahwa istrinya telah melakukan pengkhianatan terhadap sang suami. Dan, seiring berjalannya waktu, rencana kami pun membuahkan hasil. Ketenteraman keluarga itu pun terguncang, semakin hari tampak semakin berantakan, yang berujung pada perceraian.
NR terdiam, ia tak kuasa melanjutkan kisahnya, sementara air mata terus mengalir membasahi kedua pipinya. Kemudian ia melanjutkan,
"Setahun kemudian, wanita itu menikah lagi dengan seorang pejabat. Sedangkan mantan suaminya tidak pula menikah denganku. Begitulah, kami tidak berhasil mendapatkan apa yang kami inginkan. Namun sebaliknya, kami mendapatkan balasan atas kezhaliman yang telah kami perbuat. Aku terkena kanker darah. Sedangkan sepupuku, ia mati dalam kebakaran bersama temannya yang ikut bersekongkol membuat kesaksian palsu, akibat tersengat aliran listrik di flat apartemen yang mereka tinggali. Peristiwa itu terjadi tiga tahun kemudian setelah konspirasi kami."
Artikel terkait
No comments:
Post a Comment