Korban Terus Berjatuhan

  Sebelum memulai kisah ini, aku sampaikan bahwa aku seorang yang berlumuran dosa karena mendurhakai Rabbnya. Sehingga nikmat kebahagiaan berganti derita. Dan lisan pun kelu berganti derai air mata. Aduhai, betapa meruginya diri ini.

Yang Tertipu

   Tidak pernah terbayangkan olehku akan melihat sesuatu dengan mata kepalaku sendiri. Sesuatu yang kusaksikan dengan kesadaran penuh dan kejernihan akalku. Namun terkadang, bisa saja seseorang melihat apa yang tidak disukainya, dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih bila ia sendiri yang menyebabkan itu terjadi.

Nasehat yang Menjerumuskan


  Dahulu, aku tak dapat melihat kebenaran, pun tak dapat menerimanya. layaknya sebuah mainan, hidupku selalu diatur oleh kakak perempuanku. Ia istri dari seorang pria lugu, tidak memiliki kepribadian yang kuat. Segala urusan rumah tangga diserahkan dan diatur sepenuhnya oleh kakakku.

Saat-saat Penyesalan yang Lama

Seorang kawan menuturkan sebuah kisah.

  Pernah suatu hari, aku berdiri di depan seorang penjual buah, hendak membeli jeruk lemon. Kumasukkan jeruk pilihanku ke dalam timbangan. Sembari memberikan kantong, aku katakan pada penjual itu, "Aku mau setengah kilogram jeruk lemon."

Penyesalan

Seorang wanita menuturkan kisah penyesalannya.

  Aku wanita berusia 23 tahun. Pernah mengalami satu trauma akibat kecerobohanku sendiri. Sungguh, kuakui, aku pernah melakukan satu kesalahan yang membuatku harus menyesalinya sepanjang hidup. Sebuah kesalahan yang membuatku tenggelam dalam lautan penyesalan.

Balasan yang Segera

   Seorang da'i mengatakan bahwa ada seseorang telah dizhalimi dengan kesaksian palsu atas tanah miliknya.
Diceritakan bahwa ada seorang pria berhasrat ingin memiliki tanahnya tersebut, sebab tanah itu berada di depan rumahnya. Ia ingin menjadikannya sebagai tempat parkir mobilnya. Kemudian, ia pun mulai mengukur tanah tersebut. Mengetahui hal itu, sang pemilik tanah pun menghampirinya dan berkata:

Buah Kezhaliman (2)

Seorang peria berinisial SW mengisahkan pengalaman pahitnya sebagai berikut:

   Saat aku masih duduk di bangku SMA, terjadi sebuah pertengkaran hebat antara aku dan salah seorang siswa yang berprestasi. Setelah pertengkaran itu, aku berketetapan hati untuk menghancurkan masa depannya.

Kelamnya Kezhaliman

  Sepenggal kisah yang lain diceritakan oleh seorang pria berinisial SD, Ia menuturkannya sebagai berikut:

  Dahulu, aku memiliki sebidang tanah pertanian. Tepat di sampingnya ada sepetak ladang milik seseorang. Sudah cukup lama aku usahakan agar ia merelakan tanahnya itu untukku, namun ia enggan.

Buah Kezhaliman

NR, Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di sebuah universitas, dua kali ia mengalami kegagalan dalam membangun bahtera rumah tangga. Ia menuturkan kisahnya:

  Kisah kezhalimanku terjadi tujuh tahun yang lalu. Setelah perceraian yang ke dua, aku berencana untuk menikah lagi dengan salah seorang pria yang masih ada pertalian keluarga.

Buah Keikhlasan

  Ini kisah nyata yang terjadi di negeri Palestina. Kisah tentang kepahlawanan seorang pemuda mujahid dan ahli ibadah.

  Pada suatu malam yang berdarah. Pasukan imperialis mengendap-endap mengincar seorang pemuda Palestina. Tembakan demi tembakan mereka lepaskan ke arahnya, tentu saja untuk membunuhnya. Dengan langkah cepat, pemuda itu lari menyelamatkan diri, tanpa tahu kemana arah langkah kaki membawanya. Sebuah pintu rumah diketuknya. Seorang lelaki paruh baya membukakan pintu. Ia pun menceritakan ihwahnya pada laki-laki tersebut.