Korban Terus Berjatuhan

  Sebelum memulai kisah ini, aku sampaikan bahwa aku seorang yang berlumuran dosa karena mendurhakai Rabbnya. Sehingga nikmat kebahagiaan berganti derita. Dan lisan pun kelu berganti derai air mata. Aduhai, betapa meruginya diri ini.

Yang Tertipu

   Tidak pernah terbayangkan olehku akan melihat sesuatu dengan mata kepalaku sendiri. Sesuatu yang kusaksikan dengan kesadaran penuh dan kejernihan akalku. Namun terkadang, bisa saja seseorang melihat apa yang tidak disukainya, dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih bila ia sendiri yang menyebabkan itu terjadi.

Nasehat yang Menjerumuskan


  Dahulu, aku tak dapat melihat kebenaran, pun tak dapat menerimanya. layaknya sebuah mainan, hidupku selalu diatur oleh kakak perempuanku. Ia istri dari seorang pria lugu, tidak memiliki kepribadian yang kuat. Segala urusan rumah tangga diserahkan dan diatur sepenuhnya oleh kakakku.

Saat-saat Penyesalan yang Lama

Seorang kawan menuturkan sebuah kisah.

  Pernah suatu hari, aku berdiri di depan seorang penjual buah, hendak membeli jeruk lemon. Kumasukkan jeruk pilihanku ke dalam timbangan. Sembari memberikan kantong, aku katakan pada penjual itu, "Aku mau setengah kilogram jeruk lemon."

Penyesalan

Seorang wanita menuturkan kisah penyesalannya.

  Aku wanita berusia 23 tahun. Pernah mengalami satu trauma akibat kecerobohanku sendiri. Sungguh, kuakui, aku pernah melakukan satu kesalahan yang membuatku harus menyesalinya sepanjang hidup. Sebuah kesalahan yang membuatku tenggelam dalam lautan penyesalan.