Saat itu, aku duduk dibangku kelas persiapan. Shalat fardhu lima waktu sering aku tinggalkan. Tidak pernah aku memperdulikan serta memperhatikan shalatku. Terkadang mengajarkannya, terkadang meninggalkannya. Demi Allah, aku melakukan ini itu (gerakan shalat), namun aku tak paham apa yang aku ucapkan.